Berita Daerah
Selasa 27 Maret 2018 14:02:31

Sesuai dengan harapan Gubernur Kalimantan Tengah agar semua produsen kelapa sawit menghasilkan produk berkelanjutan pada tahun 2019, untuk itu diperlukan usaha bersama khususnya bagi perkebunan besar swasta kelapa sawit (PBSKS) untuk meninjua kembali rencana kerja masing-masing. Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) menggelar diskusi bersama pembentukan kelompok kerja (Working Group) sertifikasi kelapa sawit berbasisi yurisdiksi di Kabupaten Kobar tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/3/2018) di Swiss Bell-In Hotel ini dibuka langsung oleh Bupati Kobar dan dihadiri oleh Asisten 3 Sekda Kobar, Direktur RSPO Indonesia, seluruh camat, beberapa Kepala SKPD terkait dan seluruh PBS di wilayah Kobar. 
Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, S.H.M.H. dalam sambutannya menekankan pentingnya mewujudkan minyak sawit melalui pengelolaan yang lestari. “Perlu dipahami bahwa sertifikasi kelapa sawit, sebagai instrumen daya saing Indonesia di kancah perdagangan dunia. Isu kelestarian bukanlah hal yang mudah disepakati semua pihak, begitu juga ,mengenai cara pembuktianya, namun semua pihak akan bersepakat bahwa pilar utama yang menyokong kelestarian adalah adanya keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan, “ kata Hj. Nurhidayah. Hj. Nurhidayah menambahkan jika masyarakatlah yang harusnya menjadi penerima manfaat utama dari pemanfaatan sumber daya alam , manfaat tersebut tidak saja hanya berupa manfaat yang kasat mata, tetapi juga manfaat lain dalam bentuk jasa produk dan jasa lingkungan bagi masyarakat yang tak terhitung harganya. Hal ini yang menjadi landasan bagi pemerintah untuk mendorong praktik industri minyak sawit yang berkelanjutan. Hj. Nurhidayah juga meyakini jika pembangunan ekonomi selalu dapat berjalan seiring dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, baik lingkungan maupun sosial.

admin | 27-03-2018 14:30:02

Kepala Daerah
Kab. Kotawaringin Barat