Berita Daerah
Senin 06 Mei 2019 08:21:00

PROKOM - Asisten Deputi Industri dan Regulasi Pariwisata Kementerian Pariwisata melaksanakan penelitian di bidang kepariwisataan Kotawaringin Barat (Kobar). Fokus penelitian kali ini diarahkan kepada pengembangan jalur wisata kapal pesiar tradisional. Untuk mendukung kegiatan penelitian ini, tim yang dipimpin oleh Roby Ardiwidjaja ini menggelar Focus Group Discusion (FGD) dengan mengundang beberapa pihak, seperti Dinas Pariwisata Kobar, Pengelola Balai TNTP, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup serta LSM yang selama ini mendukung dunia pariwisata Kobar. FGD yang digelar di ruang meeting Hotel Swiss Bell-In pada Selasa (30/4/2019) ini sekaligus sebagai media untuk menampung informasi sedalam-dalamnya dari para pelaku wisata di Kobar. Seperti diketahui, di Kobar mengenal alat transportasi air yang dikenal dengan sebutan Kelotok, dan Kelotok inilah salah satu kendaraan utama yang dipergunakan bagi para wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata TNTP. Tidak hanya itu, kelotok sebenarnya juga telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat di Kobar yang memang sejak dahulu mengandalkan sungai sebagai jalur transportasi.


Berbagai informasi tergali dalam forum kali ini yang bisa menjadi dasar dalam pengembangan pariwisata Kobar ke depan. Diantaranya ialah atraksi atau daya tarik, aksesbilitas, amenitas dan kelembagaan. Berkaitan dengan obyek penelitian yaitu kelotok, semua pihak sepakat dan berharap jika kelotok yang sudah ada di Kobar ini harus tetap dijaga. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Balai TNTP Ir. Helmy, dia berharap jika kelotok wisata yang dimanfaatkan alat transportasi di kawasan TNTP sudah memiliki kekhasan tersendiri, dirinya berharap hal ini jangan sampai hilang. Kepala Dinas Pariwisata Kobar Drs. Wahyudi, M.Si mengamini hal tersebut, Wahyudi menambahkan jika para pelaku wisata pun telah membangun kepariwisataan secara suistanable, dimana para tour agen telah menerapkan pengurangan sampah plastik dalam paket wisatanya, termasuk di dalam kelotok, berbagai fasilitas pendukung dibuat dari bahan yang ramah lingkungan. 


Sementara itu ketua tim peneliti Roby Ardiwidjaja mengungkapkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kobar, tidak hanya potensi alamnya namun juga adat dan budaya. Dirinya berharap berbagi potensi ini terus dimaksimalkan oleh Pemkab Kobar. Dalam kunjungannya ke beberapa tempat di Kobar, Roby mengaku tertarik sekali dengan kehidupan masyarakat di bantaran sungai Arut. Tidak hanya bagaimana masyarakat memanfaatkan sungai sebagai penunjang kehidupan sosialnya, Roby juga kagum terhadap keberadaan rumah-rumah berbahan kayu yang otentik. Roby juga memberi masukan kepada Pemkab Kobar agar terus mengembangkan sasaran pengembangan destinasi wisatanya. “Jika selama ini pemerintah daerah menggarap potensi wisata alamnya yang sifatnya wild attraction, ke depan mudah-mudahan terus digali potensi budayanya,baik itu dari sisi kuliner maupun desa-desa adat,” kata Roby. Roby menambahkan jika saat ini tren pariwisata bergeser kepada experience and knowledge atau pengalaman dan pengetahuan bukan hanya sebatas hiburan. “Saya pikir di Kotawaringin Barat ini untuk mendapatkan kedua hal itu gampang sekali,” lanjut Roby. 
Penulis : Christian Ribut YS, S.Sos

admin | 07-05-2019 10:37:33

Kepala Daerah
Kab. Kotawaringin Barat