Berita Daerah
Selasa 03 Juli 2018 07:55:10

PANGKALAN BUN - Usaha Kelompok Tani Tunas Baru dalam mengembangkan budi daya tanaman wortel di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuahkan hasil. Tanaman yang biasanya hanya bisa tumbuh subur di daerah yang memiliki curah hujan sedang (daerah sejuk) dan daerah pegunungan (dataran tinggi), ternyata bisa tumbuh subur di Bumi Marunting Batu Aji.

Hal ini dibuktikan dari lahan percontohan yang disiapkan untuk contoh budi daya tanaman wortel, seluruhnya berhasil tumbuh dan subur dangan kualiatas yang cukup baik. Saat dilakukan panen langsung secara perdana oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah SH. MH. Bersama Angota Komis IV DPR-RI Hamdani, Kepala Dinas Katahana Pangan Holtikultura dan Pertanian Kamaludin, serta tokoh masyarakat H.M. Ruslan.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah SH. MH mengatakan pihaknya melalui Pemkab Kobar selalu siap membantu apa saja yang menjadi kendala petani dalam bercocok tanam, asalkan petani bisa konsisten menjalani profesinya dan konsisten terhadap jenis tanaman yang mereka kembangkan.

“Saya sudah berbicara dengan kades setempat, kita akan siapkan lahan untuk petani asal konsisten bertani, bukan hanya sekedar mengikuti trend, tak hanya itu kita juga akan back up masalah modal mereka melalui BUMDes,” ujar Hj. Nurhidayah.

Bupati menambahkan, Pemkab sangat memperhatikan perkembangan tanaman Holtikultura di Kobar, bahkan pihanya beberapa kali secara langsung turun kelapangan untuk melihat kendala apa saja yang diperlukan oleh para petani.“Hal ini untuk memberikan semangat kepada petani, sekaligus melihat keseriusan mereka mengembangan holtikultura di Kobar, karena kedepan kita berkeinginan untuk memiliki pasar induk, dan mereka inilah yang akan jadi pemasoknya, tanpa medatangkan sayuran dari pulau Jawa lagi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Tunas Baru Desa Kumpai Batu Atas, Heri Kuswanto, mengaku tidak ada kendala yang berarti yang dialami dalam mengembangkan usaha budi daya wortel, hanya masalah faktor musim (cuaca) saja. “Kalau faktor cuaca itu relatif, kendalanya hanya pasokan air saja. Saat ini kita menggunakan air yang didapat dari sumur bor,” kata Heri menjelaskan kepada awak media. (Diskominfo)

humas | 10-07-2018 11:40:05

Kepala Daerah
Kab. Kotawaringin Barat

GPR Kominfo